Selama ada kemauan yang kuat, segala masalah pasti dapat teratasi. Karena dunia ini letaknya di tangan bukan di hati

Tuesday, April 13, 2010

Rangkuman Sejarah

RANGKUMAN SEJARAH I
• India merupakan bekas jajahan Inggris
• India dibagi menjadi 3 : Pakistan Timur (Bangladesh) , Srilangka dan
• Sungai Shindu terletak di utara India (sekarang Pakistan)
• Pusat peradaban pada masa itu adalah Mohenjodaro dan Harappa
• Bangsa yang pertama adalah bangsa Dravida ( berhidung pesek,hitam dan keriting)
• Yang menelitinya adalah Sir John Marshall
• Peninggalan Kebudayaannya adalah :
1. Arca
2. Alat-alat rumah tangga dari tanah liat. Tanah liat yang dibakar disebut terracotta
3. Senjata = logam dan peluru dengan cara teknik perundagian
4. Pitograph = tulisan dengan menggunakan gambar
5. Bangunan = jalan raya dan saluran air.
• Ciri-ciri Kehidupan :
1. Mengenal seni dan kepercayaan
2. Tulisan-tulisan dengan gambar
3. Seni arsitektur
• Bangsa Aria (kulit putih, badan tinggi, hidung mancung) masuk ke Mohenjodaro dan Harappa melalui selat Kaiber pada 2000-1500 SM dan mendesak bangsa Dravida.
• Bansa Aria memanggil bangsa Dravida dengn sebutan Anasah (pesek) Dasa(raksasa).
• Bansa Aria termasuk ras Indo Jerman
• Awalnya bermata pencaharian sebagai peternak lama kelaman setelah mereka menetap berubh menjadi bercocok tanam.
• Bangsa Aria adalah bangsa tertinggi dan bangsa Dravida dijadiakn budak.
• Akhirnya bangsa dRavida menyingkir ke selatan Pegunungan Vindhya
• Agama Hindu lahir karena ada percampuran antar bangsa Aria dan Dravida ( sinkrestisme ).
• Orang Aria mempunya kepercayaan menyembah bnyak Dewa (polytheisme). Dewa-dewa yang mereka sembah adalah :
1. Bumi = Prativi
2. Matahari = Surya
3. Vayu = Angin
4. Varuna = Laut
5. Agni = Api
6. Saraswati =Kesenian/Pendidikan
7. Ganesha= Kebaikan
8. Kartika=Kerusakan
9. Indra=Perang
• Hindu diambil dari daerah asal penyebarannya yaitu Lembah Sungai Indus/ Sungai Shindu/ Hindustan.
• Daerah perkembangan pertamanya terdapat di lembah sungai gangga, yang disebut Aryavarta (Negeri Bangsa Aria) dan Hindustan (tanah milik bangsa Hindu)
• Tiga Dewa Utama ( Trimurti) yaitu :
1. Brahma=pencipta
2. Wisnu=pemelihara
3. Siwa=perusak ( lahir di Benares )
• Kitab sucinya adalah Weda . dibagi menjadi :
1. Reg Weda , tentang ajaran-ajarab Hindu
2. Yajur Weda, doa-doa pada saat upacara agama
3. Sama Weda, nyayian atau puji=pujian yang dinyayikan pada saat upacra keagamaan
4. Atharwa Weda, berisi kumpulan mantra2 gaib dan doa-doa untuk menyembuhkan penyakit.
• Kasta-kasta di agama Hindu :
1. Brahmana, pendeta-pendeta
2. Ksatria, prajurit dan para bangsawan
3. Wisya,petani dan pedagang
4. Subra,buruh kasar
5. Paria,b. dravida (mereka yg dekluarkan dari system kasta)
• Upacara Keagamannya :
1. Kuningan
2. Galungan
3. Nyepi
4. Saraswati
• Binatang Suci :
1. Sapi Jantan (nandi) = Syiwa
2. Ular=Wisnu
3. Garuda=Wisnu
• Untuk mencapai nirwana
1. A. Triwangsa : brahmana, ksatria,waisya (sejak kecil harus belajar weda kepada brahmana)
B. Dewasa : menikah (ghrasta)
C. Mempunyai anak (betapa yang disebut vanaparasta)
D. Harus hidup fakir (pariwajaka)
2. Dharma = menjalankan kewajiban sebagai Hindu
Artha = menjalankan pekerjaan sebagai mana mestinya
Karma = hidup tak berlebihan
3. Melakukan Upacara :
a. Besar ( pengangkatan raja)
b. Kecil (merayakan hasil panen pertama dan kelahiran anak)
• Samsara adalah merupakan salah satu ajaran agama Hindu yang menyatakan bahwa hidup di dunia ini merupakan suatu penderitaan atau kesengsaraan.
• Karma adalah marupakan perbuatan dari seseoran baik perbuatan baik maupun buruk.
• Reinkarnasi adalah kelahiran kembali
• Moksa adalah kesempurnaan hidup
• Surga orang hindu adalah Nirwana
• Pada abad ke 6 SM agama Hindu mengalami kemunduran disebabkan oleh factor-faktor, yaitu:
1. Kaum Brahmana memonopoli upacra keagamaan dan bertindak sewenang-wnang
2. Sistem kasta membadakan derajat dan martabat , hanya kaum brahmana yang berhak mempelajari weda.
3. Timbul golongan yang n=berusaha mencari jalan sendiri untuk mencpai hidup abadi dan sejati . Yaitu golongan Buddha yang dipimpin oleh Sidharta.
• Agama Budha tumbuh di India tepatnya bagian Timur Laut.
• Latar belakang agama ini muncul untuk menghapus system kasta dan semua orang dapat mencapai nirwana.
• Sidharta berusaha mencari jalan lain untuk mencapai moksa yang kemudian berhasl ia peroleh di Bodhgaya
• Setiap orang mempunyai hak yang sama untuk mencapai nirwana asalkan setiap orang dapat mengendalikan diri sehingga terhindar dari samsara.
• Sidartha Gautama dikenal sebagai Budha atau seseorang yg teah mendapat pencerahan. Sidharta artinya org yg mencapai tujuan. Budha Gautama yang berari orang yang menerima bodhi.
• Asoka melakukan Ahimsa (dilarang meukai mahluk hidup) untuk menghormati Sidartha Gautama.
• Qakyamuni = orang bikak keturunan Qakya.
• Sudhona ( kerajan kosala )
• Istrinya bernama Jasodha.
• Lahir di Kapilawastu , untuk menghormati diberi bunga seroja.
• Memperoleh penerangan di Bodhgaya , adanya pohon Bodhi.
• Pertama kali melakukan syair di Benares, untuk menghormati diberi Jantera.
• Meninggal di Kosinora , untuk mengormati diberi stufa.
• Kitab Sucinya Tripitaka(tiga keranjang)
a. Sutta, kumpulan khotbah, pokok-pokok atau dasar-dasar ajaran sang budha
b. Vinaya, aturan-aturan yang menentukan cra hidup pemeluknya.
c. Abhdharma, filosofi (falsafah agama), psikologi, klasifikasi, dan sistemasi doktrin.
• Pendetanya disebut biksu dan biksuni.
• Di Cina tepat peribadatannya disebut Pagoda.
• Triratna:
1. Shidarta Gautama=penerangan agung.
2. Dharma= Ajaran
3. Sangga=perkumpulan.
• Agama Budha mencapai puncak pada saat Raja Asoka dari dinasti Maurya. Agama Budha cepat berkembang dan diterima di masyrakat dengan alas an :
1. Didukung oleh bahasa Prakrit yaitu bahasa rakyat sehari-hari.
2. Agama Budaha bersifat non-eksklusif artinya tidak ada pembagian system kasta.
3. Tidak mengenal perbedaan hak natara pria dan wanita.
• Timbul bermacam-macam aliran . yaitu :
1. Hinayana (kendaran kecil) . Menurut aliran ini , setiap orang harus berusaha sendri untk mencapai nirwana. Aliran tertutp hanya mengejar pembebasan bgi diri sendri. Dan ajarannya seperti ajaran budha lama ( Konfhuslonisme). Pengikutnya sebagian besar di daerah Srilanka, Myanmar, Thailand.
2. Mahayana ( kendaran besar ). Menurut aliran ini, menjarkan pembebasan bagi diri sendiri serta bermisi pembebasan bagi orang lain. Setiap manusia berusaha hidup bersama/membantu setiap orang lain dlam mencapai Nirwana. Ajarannya sudh berbeda dngn ajaran lama. Pengikutnya di Indonesia, Jepang, Cina, dan Tibet
• Kemunduran agama Budaha :
1. Setelah Asoka wafat ( 232 SM ) tidak ada lagi raja yang melindungi dan mengembangkan agama Budha di India.
2. Agama Hindu memperaiki kelemahan2nya sehingga pengikutnya bertambah banyak.
HINDU BUDHA
Muncul sebagai perpaduan budaya bangsa Aria dan bangsa Dravida Muncul sebagai upaya pencarian jalan lain menuju kesempurnaan yang dipimpin Sidharta
Kehidupan masyarakat dikelompokkan menjadi 4 golongan yang disebut Kasta (kedudukan seseorang dalam masyarakat diterima secara turun-temurun/didasarkan pada keturunan). Tidak diakui adanya kasta dan memandang kedudukan seseorang dalam masyarakat adalah sama.
Dibenarkan untuk mengadakan korban Tidak dibenarkan mengadakan korban
Kitab suci, WEDA Kitab Suci, TRIPITAKA
Mengakui 3 dewa tertinggi (Trimurti) Sidharta Gautama sebagai pemimpin agama Budha
Agama Hindu hanya dapat dipelajari oleh kaum pendeta/Brahmana Agama Budha dapat dipelajari dan diterima oleh semua orang tanpa memandang kasta
Adanya pembedaan harkat dan martabat/hak dan kewajiban seseorang Tidak mengenal pembagian hak antara pria dan wanita
Agama Hindu hanya bisa dipelajari dengan menggunakan bahasa Sansekerta Agama Budha disebarkan pada rakyat dengan menggunakan bahasa Prakrit
• Masuknya Hindu ke Indonesia memunculkn beberpa Hipotesa , yaitu :
1. Hipotesa Brahmana, para pendeta diundang ke Indonesia ntuk mengjarkan agama Hindu. Karena hanya kaum brahmana yang memeplajari kitab Weda . tetapi hipotesis ini disanggal karena menrut ajaran hindu lama bahwa kaum brahmana tidak boleh menyebrangi lautan.
2. Hipotesa Ksatria, para prajurit yang kalah perang di India melarikan diri ke Indonesia. Bahkan diduga mendirikan kerajaan di Indonesia. Hipotesis ini juga disanggal karena hanya kaum brahmana lah yang bias mempelajari weda.
3. Hipotesis Waisya, para pedagang melakukan perdagangan di Indonesia dan ada yang menikah dengn pribumi. Hipotesis ini juga disanggal dengan alasn yang sama dengn hipotess ksatria.
• Proses arus balik. Pendeta diundang oleh Penguasa/Kepala Suku di Indonesia dan ada orang yang tertarik untuk mempelajari agama Budha . lalu orang2 yang ingin mempelajari agama tersebut belajar Selma bertahun-tahun di India . Sepulangnya dari india mereka menyebarkan agama Budha di Indonesia.
• Proses yang dilakukan oleh Brahmana terutama aliran Saivasiddharta. Seseorang dicalonkan untuk mendudki golongan Brahmana harus mempelajari agama Hindu bertahun-tahun sampai dapat ditasbihkan menjadi Brahmana. Setelah ditasbihkan, ia dianggap telah discukanoleh Siva dan dapat melakukan upacara Vratystome/penyucian diri untuk mengjindukan seseorang.
• Rahib budha ynag pernah dating ke Indonesia diantaranya :
1. Tsing dari cina
2. Hwuning dari cina
3. Atisa dari Tibet.
• Agama Budha adanya penyiaran yang disebut Dharmadhuta dan diperkirakan abad 2 M agam Budaha masuk ke Indonesia. Hal ini dbuktikan oleh, ditemukannya :
1. Dempaga/Sulsel. Langgam Amarawati/India Selatan
2. Jember/Jatim. Langgam Amarawati/India Selatan
3. Bukit Siguntang/Sumsel. Langgam Amarawati/India Selatan.
4. Kota Bangn/Kaltim. Langgam Gadhara/India Utara

Proses Masuknya Agama Hindu dan Budha ke Indonesia

Indonesia sebagai negara kepulauan letaknya sangat strategis, yaitu terletak diantara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudra (Indonesia dan Pasifik) yang merupakan daerah persimpangan lalu lintas perdagangan dunia.
Untuk lebih jelasnya, silahkan Anda amati gambar peta jaringan perdagangan laut Asia Tenggara berikut ini:

Gambar 1. Peta jalur perdagangan laut Asia Tenggara
Awal abad Masehi, jalur perdagangan tidak lagi melewati jalur darat (jalur sutera) tetapi beralih kejalur laut, sehingga secara tidak langsung perdagangan antara Cina dan India melewati selat Malaka. Untuk itu Indonesia ikut berperan aktif dalam perdagangan tersebut.
Akibat hubungan dagang tersebut, maka terjadilah kontak/hubungan antara Indonesia dengan India, dan Indonesia dengan Cina. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab masuknya budaya India ataupun budaya Cina ke Indonesia.
Mengenai siapa yang membawa atau menyebarkan agama Hindu - Budha ke Indonesia, tidak dapat diketahui secara pasti, walaupun demikian para ahli memberikan pendapat tentang proses masuknya agama Hindu - Budha atau kebudayaan India ke Indonesia.
Untuk penyiaran Agama Hindu ke Indonesia, terdapat beberapa pendapat/hipotesa yaitu antara lain:
1. Hipotesis Ksatria, diutarakan oleh Prof.Dr.Ir.J.L.Moens berpendapat bahwa yang membawa agama Hindu ke Indonesia adalah kaum ksatria atau golongan prajurit, karena adanya kekacauan politik/peperangan di India abad 4 - 5 M, maka prajurit yang kalah perang terdesak dan menyingkir ke Indonesia, bahkan diduga mendirikan kerajaan di Indonesia.

2. Hipotesis Waisya, diutarakan oleh Dr.N.J.Krom, berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum pedagang yang datang untuk berdagang ke Indonesia, bahkan diduga ada yang menetap karena menikah dengan orang Indonesia.

3. Hipotesis Brahmana, diutarakan oleh J.C.Vanleur berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum Brahmana karena hanyalah kaum Brahmana yang berhak mempelajari dan mengerti isi kitab suci Weda. Kedatangan Kaum Brahmana tersebut diduga karena undangan Penguasa/Kepala Suku di Indonesia atau sengaja datang untuk menyebarkan agama Hindu ke Indonesia.
Pada dasarnya ketiga teori tersebut memiliki kelemahan yaitu karena golongan ksatria dan waisya tidak mengusai bahasa Sansekerta. Sedangkan bahasa Sansekerta adalah bahasa sastra tertinggi yang dipakai dalam kitab suci Weda. Dan golongan Brahmana walaupun menguasai bahasa Sansekerta tetapi menurut kepercayaan Hindu kolot tidak boleh menyebrangi laut.
Disamping pendapat / hipotesa tersebut di atas, terdapat pendapat yang lebih menekankan pada peranan Bangsa Indonesia sendiri, untuk lebih jelasnya simak uraian berikut ini.
Hipotesis Arus Balik dikemukakan oleh FD. K. Bosh. Hipotesis ini menekankan peranan bangsa Indonesia dalam proses penyebaran kebudayaan Hindu dan Budha di Indonesia. Menurutnya penyebaran budaya India di Indonesia dilakukan oleh para cendikiawan atau golongan terdidik. Golongan ini dalam penyebaran budayanya melakukan proses penyebaran yang terjadi dalam dua tahap yaitu sebagai berikut:
• Pertama, proses penyebaran di lakukan oleh golongan pendeta Budha atau para biksu, yang menyebarkan agama Budha ke Asia termasuk Indonesia melalui jalur dagang, sehingga di Indonesia terbentuk masyarakat Sangha, dan selanjutnya orang-orang Indonesia yang sudah menjadi biksu, berusaha belajar agama Budha di India. Sekembalinya dari India mereka membawa kitab suci, bahasa sansekerta, kemampuan menulis serta kesan-kesan mengenai kebudayaan India. Dengan demikian peran aktif penyebaran budaya India, tidak hanya orang India tetapi juga orang-orang Indonesia yaitu para biksu Indonesia tersebut. Hal ini dibuktikan melalui karya seni Indonesia yang sudah mendapat pengaruh India masih menunjukan ciri-ciri Indonesia.
• Kedua, proses penyebaran kedua dilakukan oleh golongan Brahmana terutama aliran Saiva-siddharta. Menurut aliran ini seseorang yang dicalonkan untuk menduduki golongan Brahmana harus mempelajari kitab agama Hindu bertahun-tahun sampai dapat ditasbihkan menjadi Brahmana. Setelah ditasbihkan, ia dianggap telah disucikan oleh Siva dan dapat melakukan upacara Vratyastome / penyucian diri untuk menghindukan seseorang
Jadi hubungan dagang telah menyebabkan terjadinya proses masuknya penganut Hindu - Budha ke Indonesia. Beberapa hipotesis di atas menunjukan bahwa masuknya pengaruh Hindu - Budha merupakan satu proses tersendiri yang terpisah namun tetap di dukung oleh proses perdagangan.
Untuk agama Budha diduga adanya misi penyiar agama Budha yang disebut dengan Dharmaduta, dan diperkirakan abad 2 Masehi agama Budha masuk ke Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan arca Budha yang terbuat dari perunggu diberbagai daerah di Indonesia antara lain Sempaga (Sulsel), Jember (Jatim), Bukit Siguntang (Sumsel). Dilihat ciri-cirinya, arca tersebut berasal dari langgam Amarawati (India Selatan) dari abad 2 - 5 Masehi. Dan di samping itu juga ditemukan arca perunggu berlanggam Gandhara (India Utara) di Kota Bangun, Kutai (Kaltim).
Demikianlah uraian materi tentang proses masuknya agama Hindu dan Budha ke Indonesia, untuk mengukur tingkat pemahaman Anda silahkan Anda kerjakan latihan soal berikut ini!
1. Sebutkan tempat penemuan arca Budha dan langgam/coraknya yang menjadi bukti masuknya agama Budha ke Indonesia abad 2 M!


2. Berikan Penjelasan teori / hipotesis masuknya agama Hindu ke Indonesia!

Jika Anda selesai menjawab latihan soal tersebut di atas, maka cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawabannya berikut ini:
1) 1. Sempaga/Sulsel. Langgam Amarawati/India Selatan
2. Jember/Jatim. Langgam Amarawati/India Selatan
3. Bukit Siguntang/Sumsel. Langgam Amarawati/India Selatan
4. Kota Bangun/Kaltim. Langgam Gandhara/India Utara

2) a. Teori waisya, Dr.N.J.Krom, agama Hindu dan Budha dibawa oleh pedagang. Kelemahannya: Kaum pedagang tidak menguasai bahasa Sansekerta atau kitab Weda.
b. Teori Ksatria, Prof.Dr.Ir.J.L.Moens, agama Hindu dan Budha oleh Kaum Ksatria, karena kekacauan politik di India.
Kelemahannya: Kaum Ksatria tidak menguasai bahasa Sansekerta.
c. Teori Brahmana, J.C.Van Leur, agama Hindu dibawa oleh kaum Brahmana yang diundang oleh penguasa/kepala suku Indonesia.
Kelemahannya: Kaum Brahmana tidak boleh menyebrangi laut menurut penganut Hindu yang

PROSES MASUKNYA DAN BERKEMBANGNYA AGAMA DAN BUDAYA HINDU BUDHA DI INDONESIA

Jalur Perdagangan India-Cina melalui Indonesia
Pelayaran dan perdagangan di Asia semakin ramai setelah ditemukan jalan melalui laut antara Romawi dan Cina. Rute jalur laut yang dilalui dalam hubungan dagang Cina dengan Romawi telah mendorong munculnya hubungan dagang pada daerah-daerah yang dilalui, termasuk wilayah Indonesia. Karena posisi Indonesia yang strategis di tengah-tengah jalur hubungan dagang Cina dengan Romawi, maka terjadilah hubungan dagang antara Indonesia dan Cina beserta India.

Pembawa Agama Hindu-Budha ke Indonesia
Melalui hubungan perdagangan antara Indonesia dan India, lambat laun agama Hindu dan Budha masuk dan tersebar di Indonesia, dianut oleh raja-raja dan para bangsawan. Dari lingkungan raja dan bangsawan itulah agama Hindu-Budha tersebar ke lingkungan rakyat biasa.


PENYIARAN AGAMA BUDHA DI INDONESIA

Penyiaran agama Budha di Indonesia lebih awal dari agama Hindu. Dalam penyebarannya agama Budha mengenal adanya misi penyiar agama yang disebur Dharmadhuta. Tersiarnya agama Budha di Indonesia, diperkirakan sejak abad ke-2 M, dibuktikan dengan penemuan patung Budha dari perunggu di Jember dan Sulawesi Selatan. Patung-patung itu berlanggam Amarawati. Juga ditemukan patung Budha dari batu di Palembang.

Agama Budha yang terbesar di Indonesia beraliran Budha Mahayana. Perkembangannya terutama pada Kerajaan Syailendra dan Kerajaan Sriwijaya.


PENGARUH HINDU BUDHA DI INDONESIA
Pengaruh Hindu-Budha di Indonesia
Tersebarnya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia berpengaruh luas dalam kehidupan masyarakat Indonesia, diantaranya dalam bidang berikut ini.
Kepercayaan
Bangsa Indonesia mulai menganut agama Hindu dan Budha walaupun tidak meninggalkan kepercayaan aslinya, seperti pemujaan terhadap roh nenek moyang.
Pemerintahan
Bangsa indonesia mulai mengenal sistem pemerintahan kerajaan dan meninggalkan sistem pemerintahan kepala suku. Dalam sistem kerajaan seorang raja memerintah secara turun temurun.
Sosial
Dalam bidang sosial, terjadi bentuk perubahan dalam tata kehidupan sosial masyarakat. Misalnya dalam masyarakat Hindu diperkenalkan adanya sistem kasta.
Ekonomi
Dalam bidang ekonomi, tidak begitu besar pengaruh dan perubahannya, karena masyarakat Indonesia telah mengenal aktifitas perekonomian melalui pelayaran dan perdagangan jauh sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha.
Kebudayaan
Pengaruh kebudayaan Hindu-budha terlihat dari hasil-hasil kebudayaan seperti bangunan candi, seni sastra, berupa cerita-cerita epos diantaranya Epos Mahabharata dan Epos Ramayana. Pengaruh lainnya adalah sistem tulisan. Kebudayaan Hindu-Budha amat berperan memperkenalkan sistem tulisan di masyarakat Indonesia.

Perkembangan Hindu Budha di India

PERKEMBANGAN AGAMA HINDU DI INDIA
MUNCULNYA AGAMA HINDU
Perkembangan agama Hindu-Budha tidak dapat lepas dari peradaban lembah Sungai Indus, di India. Di Indialah mulai tumbuh dan berkembang agama dan budaya Hindu dan Budha. Dari tempat tersebut mulai menyebarkan agama Hindu-Budha ke tempat lain di dunia. Agama Hindu tumbuh bersamaan dengan kedatangan bangsa Aria (cirinya kulit putih, badan tinggi, hidung mancung) ke Mohenjodaro dan Harappa melalui celah Kaiber (Kaiber Pass) pada 2000-1500 SM dan mendesak bangsa Dravida (berhidung pesek, kulit gelap) dan bangsa Munda sebagai suku bangsa asli yang telah mendiami daerah tersebut. Bangsa Dravida disebut juga Anasah yang berarti berhidung pesek dan Dasa yang berarti raksasa. Bangsa Aria sendiri termasuk dalam ras Indo Jerman. Awalnya bangsa Aria bermatapencaharian sebagai peternak kemudian setelah menetap mereka hidup bercocok tanam. Bangsa Aria merasa ras mereka yang tertinggi sehingga tidak mau bercampur dengan bangsa Dravida. Sehingga bangsa Dravida menyingkir ke selatan Pegunungan Vindhya.
Orang Aria mempunyai kepercayaan untuk memuja banyak Dewa (Polytheisme), dan kepercayaan bangsa Aria tersebut berbaur dengan kepercayaan asli bangsa Dravida. Oleh karena itu, Agama Hindu yang berkembang sebenarnya merupakan sinkretisme (percampuran) antara kebudayaan dan kepercayaan bangsa Aria dan bangsa Dravida. Selain itu, istilah Hindu diperoleh dari nama daerah asal penyebaran agama Hindu yaitu di Lembah Sungai Indus/ Sungai Shindu/ Hindustan sehingga disebut agama dan kebudayaan Hindu. Terjadi perpaduan antara budaya Arya dan Dravida yang disebut Kebudayaan Hindu (Hinduisme). Daerah perkembangan pertamanya terdapat di lembah Sungai Gangga, yang disebut Aryavarta (Negeri bangsa Arya) dan Hindustan (tanah milik bangsa Hindu).
DEWA,KITAB SUCI dan SISTEM KASTA
Dalam ajaran agama Hindu dikenal 3 dewa utama, yaitu:
Brahma sebagai dewa pencipta segala sesuatu.
Wisnu sebagai dewa pemelihara alam
Siwa sebagai dewa perusak
Ketiga dewa tersebut dikenal dengan sebutan Tri Murti
Kitab suci agama Hindu disebut Weda (Veda) artinya pengetahuan tentang agama. Pemujaan terhadap para dewa-dewa dipimpin oleh golongan pendeta/Brahmana. Ajaran ritual yang dijadikan pedoman untuk melaksanakan upacara keagamaan yang ditulis oleh para Brahmana disebut kitab Veda/Weda yang terdiri dari 4 bagian, yaitu:
• Reg Veda, berisi tentang ajaran-ajaran Hindu, merupakan kitab tertua (1500-900 SM) kira-kira muncul saat bangsa Aria ada di Punjab.
• Yajur Veda, berisi doa-doa yang dibacakan waktu diselenggarakan upacara agama, lahir saat bangsa Aria menguasai daerah Gangga Tengah.
• Sama Veda, berisi nyanyian puji-pujian yang wajib dinyanyikan saat diselenggarakan upacara agama.
• Atharwa Veda, berisi kumpulan mantera-mantera gaib, doa-doa untuk menyembuhkan penyakit. Doa/mantra muncul saat bangsa Arya menguasai Gangga Hilir.
Hindu mengenal pembagian masyarakat atas kasta-kasta tertentu, yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra. Pembagian tersebut didasarkan pada tugas/ pekerjaan mereka.
• Brahmana bertugas mengurus soal kehidupan keagamaan, terdiri dari para pendeta.
• Ksatria berkewajiban menjalankan pemerintahan termasuk pertahanan Negara, terdiri dari raja dan keluarganya, para bangsawan, dan prajurit.
• Waisya bertugas berdagang, bertani, dan berternak, terdiri dari para pedagang.
• Sudra bertugas sebagai petani/ peternak, para pekerja/ buruh/budak, merupakan para pekerja kasar.
Di luar kasta tersebut terdapat kasta Paria terdiri dari pengemis dan gelandangan. Perkawinan antar kasta dilarang dan jika terjadi dikeluarkan dari kasta dan masuk dalam golongan kaum Paria seperti bangsa Dravida. Paria disebut juga Hariyan dan merupakan mayoritas penduduk India.
Pembagian kasta muncul sebagai upaya pemurnian terhadap keturunan bangsa Aria sehingga dilakukan pelapisan yang bersumber pada ajaran agama. Pelapisan tersebut dikenal dengan Caturwangsa/Caturwarna, yang berarti empat keturunan/ empat kasta. Pembagian kasta tersebut didasarkan pada keturunan.
KEMUNDURAN AGAMA HINDU
Pada abad ke 6 SM agama Hindu mengalami kemunduran disebabkan oleh faktor-faktor, yaitu:
1. Kaum Brahmana yang memonopoli upacara keagamaan membuat sebagai dari mereka bertindak sewenang-wenang. Contoh: rakyat dibebankan untuk memberikan korban yang telah ditetapkan.
2. Sistem kasta membedakan derajat dan martabat manusia berdasarkan kelahirannya. Golongan Brahmana merasa berada pada kasta tertinggi dan paling berkuasa terutama untuk mempelajari kitab-kitab suci agama Hindu lainnya. Sehingga hal ini menimbulkan rasa anti agama.
3. Timbul golongan yang berusaha mencari jalan sendiri untuk mencapai hidup abadi yang sejati. Golongan tersebut disebut golongan Buddha yang dihimpun oleh Sidharta.
PERKEMBANGAN AGAMA BUDHA DI INDIA
MASUKNYA AGAMA BUDHA DI INDIA
Agama Budha tumbuh di India tepatnya bagian Timur Laut. Agama Budha muncul sebagai reaksi terhadap domonisi golongan Brahmana atas ajaran dan ritual keagamaan dalam masyarakat India. Selain itu adanya larangan bagi orang awam untuk mempelajari kitab suci. Bahkan sebelumnya kaum ksatria dan raja harus tunduk kepada Brahmana. Sidharta memandang bahwa sistem kasta dapat memecah belah masyarakat bahkan sistem kasta dianggap membedakan derajat dan martabat manusia berdasarkan kelahiran.
Oleh karena itu, Sidharta berusaha mencari jalan lain untuk mencapai moksa yang kemudian berhasil ia peroleh di Bodhgaya (tempat ia memperoleh penerangan agung). Pahamnya disebut agama Budha. Menurut agama Budha kesempurnaan (Nirwana) dapat dicapai setiap orang tanpa harus melalui bantuan pendeta/ kaum Brahmana. Setiap orang mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk mencapai kesempurnaan tersebut asalkan ia mampu mengendalikan dirinya sehingga terbebas dari samsara. Sidharta Gautama dikenal sebagai Budha atau seseorang yang telah mendapat pencerahan. Sidharta artinya orang yang mencapai tujuan. Sidharta disebut juga Budha Gautama yang berarti orang yang menerima bodhi.
KITAB SUCI
Ajaran agama Budha dibukukan dalam kitab Tripitaka (dari bahasa Sansekerta Tri artinya tiga dan pitaka artinya keranjang). Kitab Tripitaka terdiri atas 3 kumpulan tulisan, yaitu :
1. Sutta (Suttanata) Pitaka berisi kumpulan khotbah, pokok-pokok atau dasar ajaran sang Buddha
2. Vinaya Pitaka berisi kodefikasi aturan-aturan yang berkenaan dengan kehidupan pendeta atau segala macam peraturan dan hukum yang menentukan cara hidup para pemeluknya.
3. Abhrdharma Pitaka berisi filosofi (falsafah agama), psikologi, klasifikasi, dan sistematisasi doktrin
PERKEMBANGAN dan PERPECAHAN dalam AGAMA BUDHA
Perkembangan Agama Budha mencapai puncaknya kejayaannya pada masa pemerintahan raja Ashoka dari Dinasti Maurya. Ia menetapkan agama Budha sebagai agama resmi negara. Dan berkembang cepat serta dapat diterima masyarakat India. Hal tersebut dikarenakan, sebagai berikut :
1. Didukung oleh bahasa yang digunakan adalah bahasa Prakrit yaitu bahasa rakyat sehari-hari dan bukan bahasa Sansekerta yang hanya dimengerti oleh kaum Brahmana.
2. Agama Budha bersifat non-eksklusif, artinya agama Budha bisa diterima siapa saja dan tidak mengenal pembagian masyarakat atas kasta.
3. Tidak mengenal perbedaan hak antara pria dan wanita
Setelah 100 tahun Sang Budha wafat timbul bermacam-macam penafsiran terhadap hakikat ajaran Budha. Perpecahan dalam agama Budha terjadi karena masing-masing mempunyai pandangan/ aliran sendiri. Diantaranya aliran yang terkenal yaitu Hinayana dan Mahayana.
1. Hinayana artinya kendaraan kecil. Menurut aliran ini tiap orang wajib berusaha sendiri untuk mencapai nirwana. Untuk mencapai Nirwana sangat tergantung pada usaha diri melakukan meditasi. Hinayana, lebih tertutup hanya mengejar pembebasan bagi diri sendiri. Yang berhak menjadi Sanggha adalah para biksu dan biksuni yang berada di Wihara. Ajarannya lebih mendekati Budha semula. Pengikutnya sebagian besar berada di daerah Srilanka, Myanmar (Birma), dan Muangtai.
2. Mahayana artinya kendaraan besar. Mahayana, sifatnya terbuka. Penganut aliran ini mengajarkan pembebasan bagi diri sendiri serta bermisi pembebasan bagi orang lain. Setiap orang berhak menjadi Sanggha sejauh sanggup menjalankan ajaran dan petunjuk sang Budha. Jadi aliran Mahayana mengajarkan untuk mencapai Nirwana setiap orang harus mengembangkan kebijaksanaan dan sifat welas asih (belas kasih). Setiap manusia berusaha hidup bersama/ membantu setiap orang lain dalam mencapai Nirwana. Ajarannya sudah berbeda dengan ajaran Budha semula. Para pengikutnya sebagian besar ada di daerah Indonesia, Jepang, Cina, dan Tibet.
KEMUNDURAN AGAMA BUDHA
Kemunduran agama Budha di India disebabkan karena :
1. Setelah Asoka wafat (232 SM) tidak ada raja yang mau melindungi dan mengembangkan agama Budha di India.
2. Agama Hindu berusaha memperbaiki kelemahan-kelemahannya sehingga pengikutnya bertambah banyak.
PERSAMAAN dan PERBEDAAN AGAMA HINDU-BUDHA
Persamaan Hindu dan Budha :
Ø Sama-sama tumbuh dan berkembang di India
Ø Selalu berusaha untuk meletakkan dasar-dasar ajaran kebenaran dalam kehidupan manusia di dunia ini. Diarahkan pada tindakan-tindakan yang dibenarkan oleh agama.
Ø Tujuan untuk menyelamatkan umat manusia dari rasa kegelapan/ mengantarkan umat manusia untuk dapat mencapai tujuan hidupnya.
Perbedaan Hindu dan Budha :
HINDU BUDHA
Muncul sebagai perpaduan budaya bangsa Aria dan bangsa Dravida Muncul sebagai upaya pencarian jalan lain menuju kesempurnaan yang dipimpin Sidharta
Kehidupan masyarakat dikelompokkan menjadi 4 golongan yang disebut Kasta (kedudukan seseorang dalam masyarakat diterima secara turun-temurun/didasarkan pada keturunan). Tidak diakui adanya kasta dan memandang kedudukan seseorang dalam masyarakat adalah sama.
Dibenarkan untuk mengadakan korban Tidak dibenarkan mengadakan korban
Kitab suci, WEDA Kitab Suci, TRIPITAKA
Mengakui 3 dewa tertinggi (Trimurti) Sidharta Gautama sebagai pemimpin agama Budha
Agama Hindu hanya dapat dipelajari oleh kaum pendeta/Brahmana Agama Budha dapat dipelajari dan diterima oleh semua orang tanpa memandang kasta
Adanya pembedaan harkat dan martabat/hak dan kewajiban seseorang Tidak mengenal pembagian hak antara pria dan wanita
Agama Hindu hanya bisa dipelajari dengan menggunakan bahasa Sansekerta Agama Budha disebarkan pada rakyat dengan menggunakan bahasa Prakrit
Kesempurnaan (Nirwana) dapat dicapai dengan bantuan pendeta Setiap orang dapat mencapai kesempurnaan asal dapat mengendalikan diri sehingga terbebas dari samsara
perkembangan agama dan kebudayaan hindu-budha
kebudayaan dan agama hindu-budha pertama kali muncul di sekitar lembah sungai indus (shindu)india. wilayah inilah merupakan awal perkembangan peradaban budaya hindu-buddha.agama hindu yang ada di india ini mengenal sistem kasta.
agahma hindu sebenarnya merupakan sinkretisme (percampuran)antara kepercayaan bangsa arya dengan kepercayaan dravida.sifatnya polytheisme yaitu percaya terhadap banyak dewa.tiap-tiap dewa merupakan lambang kekuatan terhadap alam,sehingga perlu disembah atau dipuja dan dihormati.
ada beberapa dewa yang terkenal antara lain:
*prativi sebagai dewa bumi.
*surya sebagai dewa matahari
*vayu sebagai dewa angin
*varuna sebagai dewa laut
agni sebagai dewa api
samsara adalah merupakan salah satu ajaran agama hindu yang menyatakan bahwa hidup di dunia ini merupakan suatu penderitaan atau kesengsaraa
karma adalah merupakan perbuatan dari seseorang baik perbuatan baik maupun perbuatan buruk.
sedangkan reinkarnasi adalah kelahiran kembali.

Sejarah lagu kebangsaan

SEJARAH LAGU KEBANGSAAN .
Ketika mempublikasikan Indonesia Raya tahun 1928, Wage Rudolf Soepratman dengan jelas menuliskan "lagu kebangsaan" di bawah judul Indonesia Raya. Teks lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali oleh suratkabar Sin Po.
Setelah dikumandangkan tahun 1928, pemerintah kolonial Hindia Belanda segera melarang penyebutan lagu kebangsaan bagi Indonesia Raya. Belanda yang gentar dengan konsep kebangsaan Indonesia, dan dengan bersenjatakan politik divide et impera lebih suka menyebut bangsa Jawa, bangsa Sunda, atau bangsa Sumatera, melarang penggunaan kata "Merdeka, Merdeka!"
Meskipun demikian, para pemuda tidak gentar. Mereka ikuti lagu itu dengan mengucapkan "Mulia, Mulia!", bukan "Merdeka, Merdeka!" pada refrein. Akan tetapi, tetap saja mereka menganggap lagu itu sebagai lagu kebangsaan.
Selanjutnya lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan pada setiap rapat partai-partai politik. Setelah Indonesia Merdeka, lagu itu ditetapkan sebagai lagu Kebangsaan perlambang persatuan bangsa.
Namun pada saat menjelaskan hasil Festival Film Indonesia (FFI) 2006 yang kontroversial, Remy Sylado, seorang budayawan dan seniman senior Indonesia mengatakan bahwa lagu Indonesia Raya merupakan jiplakan dari sebuah lagu yang diciptakan tahun 1600-an berjudul Leka Leka Pinda Pinda. Remy juga mengungkapkan selain Indonesia Raya, sebuah lagu lain berjudul Ibu Pertiwi juga merupakan karya jiplakan dari sebuah lagu rohani Kristen (lagu gereja).
Dari susunan liriknya, merupakan soneta atau sajak 14 baris yang terdiri dari satu oktaf (atau dua kuatren) dan satu sekstet. Penggunaan bentuk ini dilihat sebagai "mendahului zaman" (avant garde), meskipun soneta sendiri sudah populer di Eropa semenjak era Renaisans. Rupanya penggunaan soneta tersebut mengilhami karena lima tahun setelah dia dikumandangkan, para seniman Angkatan Pujangga Baru mulai banyak menggunakan soneta sebagai bentuk ekspresi puitis.
Lirik Indonesia Raya merupakan seloka atau pantun berangkai, menyerupai cara empu Walmiki ketika menulis epik Ramayana. Dengan kekuatan liriknya itulah Indonesia Raya segera menjadi seloka sakti pemersatu bangsa, dan dengan semakin dilarang oleh Belanda, semakin kuatlah ia menjadi penyemangat dan perekat bangsa Indonesia.
Cornel Simanjuntak dalam majalah Arena telah menulis bahwa ada tekanan kata dan tekanan musik yang bertentangan dalam kata berseru dalam kalimat Marilah kita berseru. Seharusnya kata ini diucapkan berseru (tekanan pada suku ru). Tetapi karena tekanan melodinya, kata itu terpaksa dinyanyikan berseru (tekanan pada se). Selain itu, rentang nada pada Indonesia Raya secara umum terlalu besar untuk lagu yang ditujukan bagi banyak orang. Dibandingkan dengan lagu-lagu kebangsaan lain yang umumnya berdurasi setengah menit bahkan ada yang hanya 19 detik, Indonesia Raya memang jauh lebih panjang.
Secara musikal, lagu ini telah dimuliakan justru oleh orang Belanda (atau Belgia) bernama Jos Cleber yang tutup usia tahun 1999. Setelah menerima permintaan Kepala Studio RRI Jakarta Jusuf Ronodipuro pada tahun 1950, Jos Cleber pun menyusun aransemen baru, yang penyempurnaannya ia lakukan setelah juga menerima masukan dari Presiden Soekarno.
Indonesia Raya menjadi lagu kebangsaan yang agung, namun gagah berani (maestoso con bravura).(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia_Raya)


LIRIK
INDONESIA RAYA
Indonesia tanah airku, Tanah tumpah darahku.
Disanalah aku berdiri, Jadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan Tanah Airku.
Marilah kita berseru "Indonesia bersatu."

Hiduplah tanahku, Hiduplah negriku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya.
Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya.

Refrein:
Indonesia Raya,
Merdeka, Merdeka
Tanahku, negriku yang kucinta.

Indonesia Raya,
Merdeka, Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya.

Indonesia Raya,
Merdeka, Merdeka
Tanahku, negriku yang kucinta.

Indonesia Raya,
Merdeka, Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya.



(Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia_Raya)


INDONESIA RAYA
( VERSI LAIN )


Indonesia! Tanah yang mulia, Tanah kita yang kaya.
Di sanalah aku berada Untuk slama-lamanya.
Indonesia, Tanah pusaka, Pusaka Kita semuanya.
Marilah kita mendoa, "Indonesia bahagia!"

Suburlah Tanahnya, Suburlah jiwanya,
Bangsanya, Rakyatnya semuanya.
Sadarlah hatinya, Sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya.

Refrein

Indonesia! Tanah yang suci, Tanah kita yang sakti.
Disanalah aku berdiri menjaga ibu sejati.
Indonesia! Tanah berseri, Tanah yang aku sayangi.
Marilah kita berjanji: "Indonesia abadi!"

Slamatlah Rakyatnya, Slamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya semuanya.
Majulah Negrinya, Majulah Pandunya
Untuk Indonesia Raya.

Refrein



(Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia_Raya)

Polar dan Nonpolar

I. Polar dan Nonpolar
II. Tujuan :
Mengetahui kepolaran berbagai senyawa molekul .
III. Kajian Teori :
Ikatan kovalen antaratom dengan keelektronegatifan yang sama bersifat nonpolar, sedangkan ikatan kovalen antaraatom yang berbeda keelektronegatifannya bersifat polar. Kepolaran suatu zat dapat ditentukan dengan mengamati perilaku zat itu dalam medan magnet. Zat polar tertarik ke dalam medan magnet, sedangkan zat nonpolar tidak.
IV. Alat dan Bahan
Alat :
• Plastik bening
• Jarum
• Penggaris elastis
• Karet
Bahan :
• Air mineral
• Tebs
• Fruitea
• Solar
• Bensin
• Minyak tanah
• Minyak goreng
• Alkohol
• Spirtus
• Minyak wangi


V. Cara kerja :
1. Susun alat
2. Isi plastik dengan air mineral. Tusuk plastik dengan jarum dan dekatkan penggaris elastis yang telah digosok ke cucuran air dari plastik tersebut. Perhatikan cucuran trsebut tertarik/tidak tertarik.
3. Isi plastik yang ke dua dengan minuman Tebs. Kemudian ulangi prosedur yang ke [2].
4. Isi plastik yang ke tiga dengan minuman Fruitea. Kemudian ulangi prosedur yang ke [2].
5. Isi plastik yang ke empat dengan minuman Solar. Kemudian ulangi prosedur yang ke [2].
6. Isi plastik yang ke lima dengan minuman Bensin. Kemudian ulangi prosedur yang ke [2].
7. Isi plastik yang ke enam dengan minuman Minyak tanah. Kemudian ulangi prosedur yang ke [2].
8. Isi plastik yang ke tujuh dengan minuman Minyak goreng. Kemudian ulangi prosedur yang ke [2].
9. Isi plastik yang ke delapan dengan minuman Alkohol. Kemudian ulangi prosedur yang ke [2].
10. Isi plastik yang ke sembilan dengan minuman Spirtus. Kemudian ulangi prosedur yang ke [2].
11. Isi plastik yang ke sepuluh dengan minuman Minyak wangi. Kemudian ulangi prosedur yang ke [2].

VI. Data Pengamatan
NO ZAT PENGGARIS KESIMPULAN
Tertarik Tidak tertarik Polar Nonpolar
1 Air mineral √ √
2 Tebs √ √
3 Fruitea √ √
4 Solar √ √
5 Bensin √ √
6 Minyak tanah √ √
7 Minyak goreng √ √
8 Alkohol √ √
9 Spirtus √ √
10 Minyak wangi √ √

Logam, Nonlogam dan Triade

I . Logam
Dalam kimia, sebuah logam (bahasa Yunani: Metallon) adalah sebuah unsur kimia yang siap membentuk ion (kation) dan memiliki ikatan logam, dan kadangkala dikatakan bahwa ia mirip dengan kation di awan elektron. Dalam tabel periodik, garis diagonal digambar dari boron (B) ke polonium (Po) membedakan logam dari nonlogam. unsur di kiri bawah adalah logam; unsur ke kanan atas adalah nonlogam.
Nonlogam lebih banyak terdapat di alam daripada logam, tetapi logam banyak terdapat dalam tabel periodik. Beberapa logam terkenal adalah aluminium, tembaga, emas, besi, timah, perak, titanium, uranium, dan zink.
Dalam bidang astronomi, istilah logam seringkali dipakai untuk menyebut semua unsur yang lebih berat daripada helium.


Golongan →
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18

Periode ↓

1
1
H
2
He

2
3
Li
4
Be
5
B
6
C
7
N
8
O
9
F
10
Ne

3
11
Na
12
Mg
13
Al
14
Si
15
P
16
S
17
Cl
18
Ar

4
19
K
20
Ca
21
Sc
22
Ti
23
V
24
Cr
25
Mn
26
Fe
27
Co
28
Ni
29
Cu
30
Zn
31
Ga
32
Ge
33
As
34
Se
35
Br
36
Kr

5
37
Rb
38
Sr
39
Y
40
Zr
41
Nb
42
Mo
43
Tc
44
Ru
45
Rh
46
Pd
47
Ag
48
Cd
49
In
50
Sn
51
Sb
52
Te
53
I
54
Xe

6
55
Cs
56
Ba
* 71
Lu
72
Hf
73
Ta
74
W
75
Re
76
Os
77
Ir
78
Pt
79
Au
80
Hg
81
Tl
82
Pb
83
Bi
84
Po
85
At
86
Rn

7
87
Fr
88
Ra
** 103
Lr
104
Rf
105
Db
106
Sg
107
Bh
108
Hs
109
Mt
110
Ds
111
Uuu
112
Uub
113
Uut
114
Uuq
115
Uup
116
Uuh
117
Uus
118
Uuo


* Lantanida
57
La
58
Ce
59
Pr
60
Nd
61
Pm
62
Sm
63
Eu
64
Gd
65
Tb
66
Dy
67
Ho
68
Er
69
Tm
70
Yb

** Aktinida
89
Ac
90
Th
91
Pa
92
U
93
Np
94
Pu
95
Am
96
Cm
97
Bk
98
Cf
99
Es
100
Fm
101
Md
102
No

Seri Kimia dari Tabel Periodik

Logam alkali
Alkali tanah
Lantanida
Aktinida
Logam transisi

Logam Metaloid
Non-logam
Halogen
Gas mulia


II. Sifat-sifat Logam
Sifat-sifat logam adalah :
1. berwujud padat pada suhu kamar 25C . Pengeculain raksa ( berwujud cair )
2. dapat ditempa dan dapat diregangkan (elastis)
3. mengkilap jika digosok
4. konduktor listrik dan panas .
contoh yang termasuk logam : alumunium , besi , emas , kalium , kalsium dll .





III . Nonlogam
Nonlogam adalah kelompok unsur kimia yang bersifat elektronegatif, yaitu lebih mudah menarik elektron valensi dari atom lain dari pada melepaskannya. Yang termasuk dalam nonlogam adalah halogen, gas mulia, dan 7 unsur berikut: hidrogen (H), karbon (C), nitrogen (N), oksigen (O), fosfor (P), belerang (S), dan selenium (Se).
Sebagian besar nonlogam ditemukan pada bagian atas tabel periodik, kecuali hidrogen yang terletak pada bagian kiri atas bersama logam alkali. Tidak seperti logam yang merupakan konduktor listrik, nonlogam biasanya bersifat insulator atau semikonduktor. Nonlogam dapat membentuk ikatan ion ( contoh : NaCl ) dengan menarik elektron dari logam, atau ikatan kovalen ( contoh : H2O )dengan nonlogam lainnya. Oksida nonlogam bersifat asam.Walaupun hanya terdiri dari 12 unsur, dibandingkan dengan lebih dari 80 lebih jenis logam, nonlogam merupakan penyusun sebagian besar isi bumi, terutama lapisan luarnya. Makhluk hidup tersusun hampir semuanya dari nonlogam. Banyak nonlogam yang berbentuk diatomik (hidrogen, nitrogen, oksigen, fluor, klor, brom, dan yodium), sedangkan sisanya adalah poliatomik.
Golongan →
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18

Periode ↓

1
1
H
2
He

2
3
Li
4
Be
5
B
6
C
7
N
8
O
9
F
10
Ne

3
11
Na
12
Mg
13
Al
14
Si
15
P
16
S
17
Cl
18
Ar

4
19
K
20
Ca
21
Sc
22
Ti
23
V
24
Cr
25
Mn
26
Fe
27
Co
28
Ni
29
Cu
30
Zn
31
Ga
32
Ge
33
As
34
Se
35
Br
36
Kr

5
37
Rb
38
Sr
39
Y
40
Zr
41
Nb
42
Mo
43
Tc
44
Ru
45
Rh
46
Pd
47
Ag
48
Cd
49
In
50
Sn
51
Sb
52
Te
53
I
54
Xe

6
55
Cs
56
Ba
* 71
Lu
72
Hf
73
Ta
74
W
75
Re
76
Os
77
Ir
78
Pt
79
Au
80
Hg
81
Tl
82
Pb
83
Bi
84
Po
85
At
86
Rn

7
87
Fr
88
Ra
** 103
Lr
104
Rf
105
Db
106
Sg
107
Bh
108
Hs
109
Mt
110
Ds
111
Uuu
112
Uub
113
Uut
114
Uuq
115
Uup
116
Uuh
117
Uus
118
Uuo


* Lantanida
57
La
58
Ce
59
Pr
60
Nd
61
Pm
62
Sm
63
Eu
64
Gd
65
Tb
66
Dy
67
Ho
68
Er
69
Tm
70
Yb

** Aktinida
89
Ac
90
Th
91
Pa
92
U
93
Np
94
Pu
95
Am
96
Cm
97
Bk
98
Cf
99
Es
100
Fm
101
Md
102
No

Seri Kimia dari Tabel Periodik

Logam alkali
Alkali tanah
Lantanida
Aktinida
Logam transisi

Logam
Metaloid
Non-logam
Halogen
Gas mulia

IV . Sifat-sifat Nonlogam

Sifat- sifat nonlogam adalah :
1. ada yang berwujud padat , cair dan gas
2. bersifat rapuh , tidak dapat ditempa
3. tidak mengkilap walau digosok ( kecuali intan )
4. non konduktor ( kecuali garfit )

contoh yang termasuk nonlogam adalah : blerang , intan , garfit , hidrogen , helium .

V. Sistem TRIADE
Pada tahun 1892 , Johan Wolfgang Dobereiner , seorang profesor kimia di Jerman , mengemukakan bahwa masa atom relatif strontium sangat dekat dengan massa rata-rata dari dua unsur lain mirip dengan stronium yaitu kalsium dan barium. Dobereiner juga menemukan beberapa kelompok unsur lain seperti itu . Oleh karena itu, Dobereiner mengembil kesimpulan bahwa unsur-unsur dapat dikelompokan kedalam kelompok-kelompok tiga unsur yang disebut triade . Namun sayang, Dobereiner tidak berhasil menunjukan cukup banyak triade sehingga aturan tersebut tidak bermanfaat . Mekipun gagasn Dobereiner tidak begitu berhasil, tetapi hal itu merupakan upaya pertama dalam penggolongan unsur :

Contoh :
Litium , natrium , dan kalium merupakan satu triade dengan urutan Li – Na – K . Jika diketahui massa atom relatif latium adalah 6 dan kalium adalah 10 , berapakah massa atom natrium ?

(6 + 10 ) : 2 = 8
Jadi, massa atom natrium adalah 8

Story Telling

Cinderella
Once there was a widower who married a proud and haughty woman for his second wife. She had two daughters, who were equally haughty. By his first wife, he had a beautiful young daughter of unparalleled goodness and sweet temper. Along with her daughters, the Stepmother employed the daughter in all the housework. When the girl had done her work, she sat in the cinders, which caused her to be called "Cinderella". The poor girl bore it patiently, but dared not tell her father, who would have scolded her; for his wife controlled him entirely.The Prince invited all the maidens in the land to a ball. As the two Stepsisters were invited, they gleefully planned their wardrobes. Cinderella assisted them, but they still taunted her by saying a maid could never attend a ball.As the sisters swept away to the ball, Cinderella cried in despair. Her Fairy Godmother appeared and vowed to assist Cinderella in attending the ball. She turned a pumpkin into a coach, mice into horses, a rat in to a coachman, and lizards into footmen. She then turned Cinderella's rags into a beautiful gown, complete with a delicate pair of glass[4] slippers. The Godmother bade her enjoy the ball, but return before midnight for the spells would be broken.At the ball, the entire court was entranced by Cinderella, especially the Prince, who never left her side. Unrecognized by her sisters, Cinderella remembered to leave before midnight.Back home, Cinderella thanked her Godmother. She then greeted the Stepsisters who could talk of nothing but the beautiful girl at the ball.With her Godmother's help, she attended the ball the next evening, and entranced the Prince even more. However, she left only at the final stroke of midnight, and lost one of her glass slippers on the steps of the palace. She retained its pair. The Prince chased her, but the guards had seen only a country wench leave. The Prince pocketed the slipper and vowed to find and marry the maiden to whom it belonged.The Prince tried the slipper on all the maidens in the land. The Stepsisters tried in vain. Though the Stepsisters taunted her, Cinderella asked if she may try. Naturally, the slipper fit perfectly, and Cinderella put on the other slipper for good measure. The Stepsisters begged for forgiveness, and Cinderella forgave them for their cruelties.Cinderella returned to the palace where she married the Prince, and the Stepsisters also married two lords.